Padepokan QA

Apa Itu QA? Panduan Karier Quality Assurance untuk Pemula

Kenali profesi QA dari dekat: apa yang dikerjakan sehari-hari, skill yang dibutuhkan, dan cara memulainya dari nol.

Tim Padepokan QA · Senin, 28 September 2026 · 3 menit baca

Jawaban singkat: Quality Assurance (QA) adalah profesi yang memastikan aplikasi bekerja sesuai kebutuhan sebelum dipakai pengguna: memahami requirement, menulis dan menjalankan test case, lalu melaporkan bug. QA bisa dipelajari dari nol tanpa latar belakang IT, asalkan teliti, berpikir terstruktur, dan rajin berlatih di aplikasi sungguhan.

Setiap kali kamu memesan ojek online, membayar lewat e-wallet, atau membeli tiket konser tanpa kendala, ada orang yang memastikan semua itu berjalan sebagaimana mestinya. Merekalah Quality Assurance (QA).

Profesi ini sering jadi pintu masuk favorit ke dunia teknologi, terutama bagi kamu yang tidak berlatar belakang IT. Di artikel ini kita bahas apa sebenarnya pekerjaan QA, skill apa yang perlu disiapkan, dan bagaimana langkah pertamanya.

Apa yang dikerjakan QA sehari-hari?

Secara sederhana, QA memastikan aplikasi bekerja sesuai kebutuhan sebelum sampai ke tangan pengguna. Pekerjaan hariannya biasanya meliputi:

  • Memahami requirement: membaca kebutuhan fitur dan bertanya jika ada yang belum jelas.
  • Menulis test case: langkah-langkah pengujian beserta hasil yang diharapkan.
  • Menjalankan pengujian: mencoba fitur, termasuk skenario yang tidak terpikirkan developer.
  • Melaporkan bug: menulis bug report yang jelas agar developer bisa memperbaikinya dengan cepat.
  • Menguji ulang (retest): memastikan bug sudah benar-benar hilang dan tidak memunculkan masalah baru.
QA bukan sekadar "tukang cari kesalahan". QA adalah orang yang menjaga kepercayaan pengguna terhadap produk.

Manual QA dan Automation QA

Ada dua jalur yang sering disebut:

  1. Manual QA: menguji aplikasi secara langsung seperti pengguna. Fokus pada ketelitian, logika, dan komunikasi.
  2. Automation QA: menulis kode untuk menjalankan pengujian secara otomatis. Membutuhkan kemampuan pemrograman.

Hampir semua Automation QA yang baik memulai kariernya dengan fondasi manual testing yang kuat. Jadi kalau kamu baru mulai, fokuslah dulu pada dasar-dasarnya.

Skill yang dibutuhkan

  • Ketelitian dan rasa ingin tahu: "Bagaimana kalau saya isi dengan angka minus?"
  • Berpikir terstruktur: mampu memecah fitur menjadi skenario pengujian.
  • Komunikasi tertulis: bug report yang baik menghemat waktu satu tim.
  • Teknik pengujian dasar, seperti Equivalence Partitioning dan Boundary Value Analysis. Kami membahasnya di artikel ini.

Kabar baiknya, semua skill di atas bisa dilatih. Tidak perlu gelar informatika.

Cara memulai dari nol

  1. Pelajari konsep dasarnya secara terstruktur. Belajar acak dari banyak sumber sering membuat bingung.
  2. Praktik di aplikasi sungguhan. Teori baru benar-benar melekat setelah kamu menemukan bug pertamamu sendiri. Untuk mulai, kamu bisa mencoba Arena Latihan WarTicket secara gratis: aplikasi tiket konser yang memang disiapkan untuk berlatih mencari bug.
  3. Kumpulkan bukti kemampuan. Test case, bug report, dan sertifikat bisa menjadi portofolio.
  4. Latih cara menjelaskan. Di interview, cara kamu berpikir sama pentingnya dengan jawabanmu.

Pertanyaan Umum

Apakah QA harus bisa coding?

Untuk memulai sebagai Manual QA, tidak. Kemampuan coding baru dibutuhkan jika kamu ingin masuk ke Automation QA, dan itu lebih mudah dipelajari setelah fondasi manual testing kuat.

Berapa lama belajar sampai siap melamar kerja QA?

Dengan latihan rutin 1–2 jam per hari, banyak pemula siap melamar posisi junior dalam sekitar tiga bulan: satu bulan fondasi, satu bulan praktik, dan satu bulan menyiapkan portofolio serta interview.

Apa bedanya QA dan tester?

Dalam praktik sehari-hari keduanya sering dipakai bergantian. Secara konsep, QA mencakup upaya menjaga kualitas di seluruh proses, sedangkan testing adalah aktivitas menjalankan pengujian.

Mulai dari mana?

Langkah nomor 1 di atas paling sering jadi hambatan: materinya ada di mana-mana, tapi tidak runtut. Karena itu kami menyusun satu jalur belajar yang bisa kamu ikuti dari awal sampai akhir.

:::cta

Belajar QA dari Nol, gratis

Kelas untuk pemula tanpa latar belakang teknis: mulai dari peran QA, menulis test case dan bug report, teknik pengujian, lalu praktik langsung berburu bug di WarTicket. Progresmu tersimpan di akun, dan di akhir kelas kamu mendapat sertifikat Pendekar QA.

Mulai kelas gratis :::